Senin, 27 Agustus 2012

masih menantimu


Masih tentang mu,
ya KAMUU,...
aku selalu menyukai perbincangan kita,
aku selalu menikmati kebersamaan kita,
aku selalu memperhatikan senyuman INDAH milikmu..

NAMUN,
aku terlalu takut meneruskan harapan ini,
aku terlalu takut mengembangkan rasa ini,
hanya sia” kah atau benar akan terwujud ,,
dan aku ingin pergi berlalu sebelum aku benar-benar,
maju memperjuangkan rasa ini ,,,
 
aku LELAH,
aku ingin menyerah ...
tapii apa ??
aku hanya manusia biasa yang memiliki rencana,
dan memliki harapan..

Aku MASIH di sini,
ya masih berharap,
masih menunggu,
masih menanti...
suatu saat nanti kau akan mengerti rasa ini,
rasa dimana aku hanya bisa tersenyum setiap mengingat kembali kebersamaan KITA..


Dm
260812

tersadarkan :)


Sepertinya aku memang telah jatuh cinta padanya,
jam  berputar begitu cepat, haripun tlah semangkin berlalu,
bulan pun tlah berganti,
dan rasa itu belum dapat tergantikan dengan rasa yg lain..
rasa yang berawal hanya suka saja menjadi rasa sayang,
dan tak dapat aku pungkiri kalau rasa yang ada membuat aku ingin MEMILIKInya.
berada di SAMPINGnya dan berbagi BERSAMA..

Awal perkenalan singkat,
kenyamanan yang tercipta.
membuat aku menyukai apa yang ada padamu,
senyumanmu, tawamu, candamu,suaramu serta caramu memandangku,
Ntah mengapa rasa itu “hari ke hari”,
semakin tumbuh BUKAN meredup ataupun menghilang.

Terkadang harapan yang ada itu TIDAK seperti botol kosong,
kau seakan memberikan isi walau hanya seperempat,
tetapi ntah mengapa aku terlalu takut untuk berharap,
apalagi berharap yang terlalu tinggi,
karena aku takut JATUH,
aku takut untuk kecewa -___-‘



dm
220812

Jumat, 10 Agustus 2012

unforgettable


KITA tidak akan bisa “HANYA” berteman,
KITA akan bertukar pandangan penuh makna,
KITA akan teringat pada apa yang pernah ada,
KITA akan berharap akan apa yang mungkin ada,
Pada dasarnya, saya tidak percaya lelaki dan perempuan bisa hanya berteman ,
Mereka terlalu berbeda,
Selalu ada perasaan tak terbalas, rasa yang tak terungkapkan, masa lalu yang pernah di bagi.

Jika kita berteman,
Kita akan berhenti bertemu secara regular,
Tetapi terus bertukar e-mail,
Saya akan menyimpan semua emailmu dalam sebuah folder khusus.
Sesekali, saya akan membukanya dan membaca kembalie-mail – e-mail itu.
Bagi saya,
Hal itu tak berbeda dengan menyimpan pembincaraan kita dalam hati,
Suatu hari nanti, jika saya merindukan kamu,
Saya akan mengingat kembali masa-masa ini, seperti baru terjadi kemarin.
Ini lebih baik di banding berharap dapat melihat KAMU,
Tanpa mengetahui kapan kita akan bertemu,
Lebih baik daripada berpura-pura senang tentang kabar baik mengenai kamu dan istrimu, kehamilan pertama, anniversary,
Sedangkan saya sendirian menanti KAMU.
Saya tidak yakin saya akan sanggup melakukan itu semua..



kutipan “Winna Efendi”

Tetapii….
Di saat kita kehilangan tak selamanya kita harus melupakan,
BUKAN kah melupakan adalah sesuatu yg terlalu ekstrem ??
Bagaimana dengan sesuatu yg lebih sederhana, merelakan misalnya…
Setiap kita teringat, Kita akan rindu.
Begitu rindu, maka akan menimbulkan sesa.
Saat kita menyesal itu artinya kita belum “merelakan”.
Hanya jika kita mampu tersenyum pada memori itu tanpa rasa sesal,
Kita telah merelakan seutuhnya :):)