KITA
tidak akan bisa “HANYA” berteman,
KITA
akan bertukar pandangan penuh makna,
KITA
akan teringat pada apa yang pernah ada,
KITA
akan berharap akan apa yang mungkin ada,
Pada dasarnya,
saya tidak percaya lelaki dan perempuan bisa hanya berteman ,
Mereka terlalu
berbeda,
Selalu ada
perasaan tak terbalas, rasa yang tak terungkapkan, masa lalu yang pernah di
bagi.
Jika
kita berteman,
Kita
akan berhenti bertemu secara regular,
Tetapi
terus bertukar e-mail,
Saya
akan menyimpan semua emailmu dalam sebuah folder khusus.
Sesekali,
saya akan membukanya dan membaca kembalie-mail – e-mail itu.
Bagi
saya,
Hal
itu tak berbeda dengan menyimpan pembincaraan kita dalam hati,
Suatu
hari nanti, jika saya merindukan kamu,
Saya
akan mengingat kembali masa-masa ini, seperti baru terjadi kemarin.
Ini
lebih baik di banding berharap dapat melihat KAMU,
Tanpa
mengetahui kapan kita akan bertemu,
Lebih
baik daripada berpura-pura senang tentang kabar baik mengenai kamu dan istrimu,
kehamilan pertama, anniversary,
Sedangkan
saya sendirian menanti KAMU.
Saya
tidak yakin saya akan sanggup melakukan itu semua..
kutipan “Winna Efendi”
Tetapii….
Di
saat kita kehilangan tak selamanya kita harus melupakan,
BUKAN
kah melupakan adalah sesuatu yg terlalu ekstrem ??
Bagaimana
dengan sesuatu yg lebih sederhana, merelakan misalnya…
Setiap
kita teringat, Kita akan rindu.
Begitu
rindu, maka akan menimbulkan sesa.
Saat
kita menyesal itu artinya kita belum “merelakan”.
Hanya
jika kita mampu tersenyum pada memori itu tanpa rasa sesal,
Kita
telah merelakan seutuhnya :):)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar