Jumat, 10 Agustus 2012

unforgettable


KITA tidak akan bisa “HANYA” berteman,
KITA akan bertukar pandangan penuh makna,
KITA akan teringat pada apa yang pernah ada,
KITA akan berharap akan apa yang mungkin ada,
Pada dasarnya, saya tidak percaya lelaki dan perempuan bisa hanya berteman ,
Mereka terlalu berbeda,
Selalu ada perasaan tak terbalas, rasa yang tak terungkapkan, masa lalu yang pernah di bagi.

Jika kita berteman,
Kita akan berhenti bertemu secara regular,
Tetapi terus bertukar e-mail,
Saya akan menyimpan semua emailmu dalam sebuah folder khusus.
Sesekali, saya akan membukanya dan membaca kembalie-mail – e-mail itu.
Bagi saya,
Hal itu tak berbeda dengan menyimpan pembincaraan kita dalam hati,
Suatu hari nanti, jika saya merindukan kamu,
Saya akan mengingat kembali masa-masa ini, seperti baru terjadi kemarin.
Ini lebih baik di banding berharap dapat melihat KAMU,
Tanpa mengetahui kapan kita akan bertemu,
Lebih baik daripada berpura-pura senang tentang kabar baik mengenai kamu dan istrimu, kehamilan pertama, anniversary,
Sedangkan saya sendirian menanti KAMU.
Saya tidak yakin saya akan sanggup melakukan itu semua..



kutipan “Winna Efendi”

Tetapii….
Di saat kita kehilangan tak selamanya kita harus melupakan,
BUKAN kah melupakan adalah sesuatu yg terlalu ekstrem ??
Bagaimana dengan sesuatu yg lebih sederhana, merelakan misalnya…
Setiap kita teringat, Kita akan rindu.
Begitu rindu, maka akan menimbulkan sesa.
Saat kita menyesal itu artinya kita belum “merelakan”.
Hanya jika kita mampu tersenyum pada memori itu tanpa rasa sesal,
Kita telah merelakan seutuhnya :):)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar